WNI penggunting kain penutup Ka’bah akhirnya dibebaskan- Astaghfirullah

WNI penggunting kain penutup Kabah akhirnya dibebaskan

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, kemarin menyatakan Nur Jannah Amin Sadjo, warga negara Indonesia (WNI) pelaku pengguntingan kiswah atau kain penutup Kabah akhirnya dibebaskan.

“Setelah melalui proses investigasi oleh Badan Investigasi dan Penuntut Umum Makkah, Nur Jannah Amin Sadjo, pelaku pengguntingan kiswah Kabah akhirnya dibebaskan oleh pihak penyidik dan kasusnya dianggap selesai,” tulis keterangan KJRI Jeddah, melalui Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah, Syarif Shahabudin, Selasa (4/3).

Proses pembebasan tidak lepas dari upaya pihak KJRI yang membantu penanganan kasus tersebut dengan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait khususnya dengan pihak Kantor Badan Investigasi dan Penuntut Umum Makkah untuk pembebasan pelaku dari tuntutan dan proses hukum.

“Sebelumnya, berdasarkan pemberitaan yang beredar mengenai adanya seorang WNI jamaah umrah a.n. Nur Jannah Amin Sadjo yang ditangkap oleh pihak berwajib Arab Saudi pada Kamis malam (27/2) atas tuduhan menggunting kain kiswah di Masjidil Haram, tim KJRI pada (3/3) telah mendatangi kantor Kepolisian Sektor Masjid Al-Haram di Mekkah dan menemui Kapten Abdul Hakim AI Syarif yang menangani kasus WNI jamaah umrah tersebut,” tulis informasi dari KJRI.

Berdasarkan pengecekan dengan Kapten Abdul Hakim, diperoleh keterangan dan penjelasan bahwa pada Kamis malam (27/2), polisi Masjid Al-Haram Makkah telah menangkap seorang WNI perempuan jamaah umrah yang menggunting kiswah di dalam Masjidil Haram dan pelaku telah ditahan sementara di Penjara Umum Wanita Tan’im Makkah.

Dari keterangan di kantor polisi Masjid Al-Haram, diperoleh data pelaku bernama Nur Jannah Amin Sadjo beralamat Jl. Campagaya, Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan. Nur Jannah lahir di Pangkajane pada 21 Januari 1958. Nur Jannah memiliki paspor dengan nomor A 6731453 yang dikeluarkan di Makasar, Sulawesi Selatan. Perusahan pengirim PT. Nasatur (Nabila Surabaya Perdana) dan agen travel dari Dallah General Service.

Pada Jumat (28/2) kasus Nur Jannah dilimpahkan dari kantor polisi Masjid Al-Haram kepada Kantor Badan Investigasi dan Penuntut Umum Makkah dengan surat nomor 181382/20/4/7 untuk proses lebih lanjut. Kasus tercatat di Kantor Badan lnvestigasi dan Penuntut Umum dengan nomor perkara: 15278.

Tim KJRI juga telah menemui penyidik yang menangani kasus tersebut, Nasir AI Utaibi di Kantor Badan Investigasi dan Penuntut Umum Makkah dan diperoleh informasi pelaku telah di BAP satu kali dan BAP kedua dilakukan pada Selasa (4/3).

Pihak KJRI kemarin kembali melakukan pendampingan kepada Nur Jannah di Kantor Badan Investigasi dan Penuntut Umum Makkah. Pada saat bersamaan, KJRI juga melakukan pendekatan kepada pihak terkait untuk membantu penanganan kasus tersebut.

“Dalam pemeriksaan lanjutan, Nur Jannah mengemukakan bahwa tindakan menggunting kain kiswah dimaksudkan untuk memperoleh berkah dan kesembuhan cucunya di Indonesia yang saat ini berusia empat tahun, namun masih belum bisa berbicara,” tulis keterangan dari KJRI.

Pihak Penyidik akhirnya menasihati Nur Jannah untuk tidak melakukan dan mengulangi perbuatannya sebab hal itu tidak sesuai dengan ajaran Islam dan Sunnah Rasulullah, dan selanjutnya membebaskan pelaku.

Kasus pengguntingan kain kiswah dilakukan Nur Jannah merupakan kasus pertama terjadi. Perempuan 56 tahun itu mengatakan hal tersebut dia dilakukan karena ketidaktahuan bahwa tindakan itu dapat berakibat pada tuduhan perusakan dan pencurian serta perbuatan syirik.

Pada pertemuan dengan Konjen RI Jeddah di KJRI setelah dinyatakan bebas, Nur Jannah menuturkan bahwa pengguntingan kiswah dilakukan setelah salat sunnah di Hijr Ismail dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Tidak lama kemudian polisi langsung melakukan penangkapan. Namun sebelum diamankan Nur Jannah bersama petugas keamanan menyaksikan proses perbaikan dan penambalan potongan kain kiswah yang digunting, berbentuk bundar sebesar koin (diameter 2 cm).

Pihak KJRI menjelaskan untuk sementara Nur Jannah dibawa dan ditampung di KJRI Jeddah untuk proses pengurusan dan pengaturan penerbangan guna kepulangannya ke tanah air.

Sumber :

http://www.merdeka.com/tag/a/arab-saudi/wni-penggunting-kain-penutup-kabah-akhirnya-dibebaskan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s